Minggu, 14 Agustus 2011

Tip Menjaga Kesehatan Telinga

Telinga merupakan salah satu alat indra penting tapi terkadang luput dari perhatian. Untuk perawatan, mungkin Anda hanya membersihkan dengan cotton bud. Ingat, jangan sembarangan, hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan telinga Anda. Telinga yang bersih sekaligus sehat akan menyempurnakan penampilan Anda. Lakukan cara yang tepat agar telinga Anda selalu sehat, sebagaimana tips berikut ini:
1. Bersihkan Bagian Luar Saja. Dalam keadaan normal, telinga memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya. Bentuk lubang telinga yang bersudut serta lapisan bulu-bulu halus menjaga telinga Anda dari masuknya kotoran berlebih. Jadi, Anda tak perlu repot membersihkan sampai bagian dalam, cukup sampai daun telinga atau bagian luar lubang. Namun, jika dirasa kotoran telah menumpuk dan menyebabkan pendengaran sedikit terganggu, sebaiknya jangan mengoreknya sendiri. Datanglah ke dokter THT untuk mendapat penanganan tepat.
2. Jangan Dikorek. Kebiasaan mengorek bagian dalam telinga menggunakan cutton bud, alat pembersih dengan bahan keras, sama sekali tidak disarankan. Cutton bud berukuran besar bisa mendorong kotoran telinga masuk lebih dalam dan menumpuk di dalam. Kotoran yang menumpuk berpotensi menutup saluran dan mengganggu pendengaran. Tanpa Anda sadari,cotton bud bisa saja masuk terlalu dalam dan melukai gendang telinga. Sedang alat lain dengan bahan keras tentu bisa menyebabkan dinding telinga tergores dan infeksi. Gunakan cutton budhanya untuk membersihkan bagian luar.
3. Tak Perlu Terlalu Bersih. Tak selamanya bersih itu baik, apalagi untuk telinga Anda, seperti misalnya lapisan minyak atau serumen yang terdapat di sekitarnya. Walau lengket, serumen sebenarnya berfungsi untuk mengikat debu, bahkan serangga kecil yang mencoba masuk ke dalam telinga Anda. Secara normal, serumen akan mongering secara otomatis, dan dikeluarkan secara perlahan. Serumen yang mongering inilah yang sering dianggap sebagai kotoran telinga. Jika Anda ingin membersihkannya, lakukan saja seminggu sekali. Membilasnya dengan air bersih saat mandi sudah cukup. Kalau terlalu sering justru membuat telinga menjadi kering, iritasi dan gatal. Bahkan membuat telinga lebih sensitive dan menghasilkan lebih banyak serumen yang berakibat buruk bagi pendengaran.
4. Perawatan Rutin. Jika Anda merasa ada yang tak beres dengan telinga Anda, seperti terdengar bunyi-bunyi atau benda yang bergerak di dalam telinga saat menggerakkan kepala, sebaiknya segera berkunjung ke dokter spesialis THT. Begitu pula, saat Anda ingin membersikan bagian dalam telinga. Lakukan pemeriksaan rutin setidaknya satu tahun sekali. Selain menjaga kebersihannya, hal ini juga bermanfaat untuk mengetahui kondisi kesehatan telinga Anda.
5. Kunyah Makanan Dengan Baik. Selain baik untuk kesehatan lambung dan sangat dianjurkan untuk Anda yang sedang berdiet, kegiatan mengunyah makanan hingga halus ternyata memberi dampak positif bagi kebersihan telinga. Saat mulut bergerak, secara otomatis telinga akan mendorong kotorannya keluar. Selain itu, mengunyah bisa menjadi solusi agar udara tak terkunci di telinga saat Anda menaiki pesawat. Itulah sebabnya Anda disarankan untuk mengunyah permen saat pesawat ingin lepas landas.
6. Manfaatkan Eardrops. Sebelum tidur, ada baiknya memperhatikan kebersihan bantal dan kasur, terutama keberadaan serangga atau semut. Jangan abaikan hal ini, karena mereka bisa sangat mengganggu jika berhasil masuk ke telinga Anda. Begitu pula saat Anda berenang. Selain memiliki potensi besar untuk masuk ke dalam telinga, air juga bisa membawa kotoran masuk. Agar aman, manfaatkan eardrops saat berenang atau tidur.
7. Bijak Menggunakan Earphone dan Headphone. Dalam penelitian yang dilakukan oleh ahli akustik, Profesor Huggonet menemukan penemuan baru, bahwa terlalu sering menggunakan alat pendengar seperti earphone dan headphone dengan suara kencang berpotensi menyebabkan kesehatan telinga dan pendengaran terganggu. Ada 2 kemungkinan yang terjadi: 1) Anda menjadi kurang peka terhadap bunyi; 2) Sebaliknya, Anda justru menjadi telalu sensitive terhadap bunyi. Sebaiknya, gunakan earphone maksimal 2 jam sehari lalu istirahatkan pendengaran selam 6 jam sesudahnya. Pemakaian earphone terlalu lama juga bisa menghambat telinga mengeluarkan kotorannya.


sumber : tipsanda.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar